\documentclass[12pt,a4paper,bahasa]{article}
\usepackage{babel}
\begin{document}
\title{Rancangan abc eBook\footnote{Disampaikan pada Seminar Sehari:
Kiat Menulis Buku dan Informasi Ilmiah, diselenggarakan oleh
Penerbit ITB dan Departemen Fisika ITB,
Bandung, 20 Agustus 2002}}
\author{Budi Rahardjo\footnote{Staf peneliti pada Pusat Penelitian
Antar Universitas Bidang Mikroelektronika (PPAUME) ITB,
dan {\em security expert} pada PT IndoCISC. Email: br@paume.itb.ac.id
atau budi@indocisc.com. Web site: http://budi.insan.co.id}}
\date{Agustus 2002}
\maketitle
\tableofcontents

%%% BAB %%%
\section{Pendahuluan}
Munculnya Internet membuat trend baru penggunaan kata {\em electronic},
yaitu dengan memberi imbuhan {\em e} pada setiap kata.
Istilah-istilah yang populer antara lain
{\em electronic commerce} atau {\em e-commerce},
{\em e-business}, {\em e-learning},
dan {\bf e-book}.
Buku ini akan bercerita banyak tentang {\em eBook}\footnote{Untuk
selanjutnya saya akan menggunakan kata eBook ini sebagai singkatan
dari e-book atau electronic book.},
atau buku dalam format electronik.

Gutenberg membuat revolusi dengan mesin cetaknya.
Buku-buku yang tadinya ditulis dengan tangan akhirnya
dapat dicetak dan diperbanyak dalam jumlah besar.
Temuannya ini membuat banyak orang dapat mengakses informasi
tulisan dengan lebih murah dan lebih cepat.
Bayangkan bagaimana membuat ribuan buku jika semuanya
harus ditulis dengan tangan secara manual.

Hal yang sama terjadi dengan ebook.
Teknologi komputer semakin hebat dan semakin murah sehingga
memungkinkan seseorang untuk memiliki komputer pribadi.
Jika hal ini diutarakan pada jaman dahulu, mungkin orang akan tertawa
dan tidak percaya. Tapi sekarang sudah lain.
Ada hukum Moore yang mengatakan bahwa ``kemampuan prosesor (komputer)
meningkat dua (2) kali lipat setiap delapan belas (18) bulan''.


Institusi pendidikan / penelitian atau perusahaan dapat membeli 
beberapa komputer untuk
keperluan penelitian dan juga untuk keperluan perpustakaannya.
Jika tadinya komputer hanya dijadikan sebagai pengganti mesin tik,
maka kemudian komputer juga sudah dijadikan sebagai alat untuk
mengakses katalog perpustakaan.
Saat ini komputer sudah semakin meningkat kemampuannya sehingga
tidak saja dia dapat digunakan sebagai alat pengakses katalog,
akan tetapi dia juga dapat digunakan sebagai alat pembaca eBook.

Demikian pula teknologi telekomunikasi maju dengan pesat sehingga
adanya jaringan komputer, seperti jaringan Internet, mempermudah
dalam distribusi informasi.
Selain mudah, distribusi informasi melalui Internet juga menjadi
relatif murah dibandingkan alternatif lain.


Visi dari eBook adalah
\begin{quote}
{\em eBooks are electronic books that are downloaded to your computer 
or handheld device. You can view and read your eBook using simple 
eBook reader software -- anytime or anywhere.
}

\end{quote}

Tulisan ini mencoba membahas aspek pembuatan eBook.
Target pembaca yang diharapkan adalah para pengarang,
penerbit, toko buku, dan juga orang-orang yang memiliki hobby
membaca buku.


\subsection{Manfaat eBook}
Ada banyak manfaat dari eBook, antara lain:
\begin{itemize}
\item {\bf Ukuran fisik kecil.}
   Karena eBook memiliki format digital, dia dapat disimpan dalam
   penyimpan data (harddisk, CD-ROM, DVD) dalam format yang kompak.
   Puluhan, bahkan ratusan, buku dapat disimpan dalam sebuah DVD
   sehingga tidak mengambil banyak tempat (ruangan yang besar).
\item {\bf Mudah dibawa.}
   Beberapa buku dalam format eBook dapat dibawa dengan mudah,
   sementara itu membawa buku dalam format cetak sangat berat.
\item {\bf Tidak lapuk.}
   eBook tidak menjadi lapuk layaknya buku biasa.
   Format digital dari eBook dapat bertahan sepanjang masa dengan kualitas
   yang tidak berubah.
\item {\bf Mudah diproses.}
   Isi dari eBook dapat dilacak, di-{\em search} dengan mudah dan cepat.
   Hal ini sangat bermanfaat bagi orang yang melakukan studi literatur.
\item {\bf Dapat dimanfaatkan oleh orang yang tidak dapat membaca.}
   Karena format eBook dapat diproses oleh komputer, maka isi dari
   eBook dapat ``dibacakan'' oleh sebuah komputer dengan menggunakan
   {\em text to speech synthesizer}.
   Tentunya riset masih dibutuhkan untuk membuat teknologi pembacaan
   yang bagus.
   Selain untuk orang buta, pembacaan ini juga dapat digunakan oleh
   orang yang buta huruf.
   Selain itu peragaan juga dapat diset dengan menggunakan huruf (font)
   yang besar bagi orang yang sulit membaca dengan huruf kecil.

\begin{quote}
{\em
{\bf eBooks Open Doors}\\
``This isn't just about reading books aloud for people with vision impairments. 
Three percent of Americans have a learning disability related to reading. 
eBooks make every written word 100\% accessible.''\\
(George Kerscher, Senior Officer, Accessible Information, Recording 
for the Blind and Dyslexic, and Chairman of the Board, Open eBook Forum)
}
\end{quote}

\item {\bf Penggandaan (duplikasi, {\em copying}) eBook sangat mudah dan murah.}
   Untuk membuat ribuan copy dari eBook dapat dilakukan dengan murah,
   sementara untuk mencetak ribuan buku membutuhkan biaya yang sangat mahal.
   (Tentunya kemudahan penggandaan ini memiliki efek ganda, yaitu mudah
   dibajak. Tapi ini cerita lain.)
\item {\bf Mudah didistribusikan}. 
   Pendistribusian dapat menggunakan media elektronik seperti Internet.
   Pengiriman eBook dari Amerika ke Indonesia dapat dilakukan dalam
   orde waktu menit dan murah. Buku langsung dapat dibaca sekarang juga.
   Pengiriman buku secara fisik membutuhkan waktu yang lama 
   (harian \& bahkan mingguan) dan mahal. 
   Belum lagi ada masalah buku yang hilang diperjalanan.
   Proses distribusi secara elektronik ini memungkinkan adanya
   perpustakaan elektronik dimana seseorang dapat meminjam buku
   melalui Internet ({\em check out counter} di Internet) dan
   buku akan ``dikembalikan'' setelah masa peminjaman berlalu.
   Perusahaan Adobe tengah percobaan ini.

   Dalam waktu singkat setelah saya memasang program Adobe eBook Reader
   saya dapat meminjam buku ``1984'' karangan George Orwell
   atau mengambil buku ``The Adventures of Huckleberry Finn''
   karangan Mark Twain.
   Keduanya saya peroleh secara gratis melalui Internet.
   Buku ``1984'' saya pinjam untuk waktu satu hari dan nanti dia
   akan kembali sendiri. 
   Untuk Microsoft Reader, saya mengambil contoh buku ``The War of the Worlds''
   karangan H.~G.~Wells. Menarik bukan?
   Tanpa ada eBooks, mencari buku di atas akan membutuhkan waktu
   yang cukup lama (membeli dari luar negeri) dan memakan biaya yang
   cukup mahal.
\item {\bf Dapat interaktif.}
   eBook memudahkan menyampaikan informasi yang interaktif.
   Dalam eBook dapat ditampilkan ilustrasi multimedia, misalnya
   dengan animasi untuk menunjukkan poin yang ingin dibicarakan.
   Buku pelajaran Fisika dapat menunjukkan ilustrasi secara menarik
   sehingga mempermudah siswa dalam menangkap pelajaran.
   Buku komik dapat memperagakan jagoannya dengan lebih hidup.
   Hal ini tidak dapat atau sulit dilakukan dengan menggunakan
   buku yang konvensional.
\end{itemize}

Manfaat dan kemudahan-kemudahan yang di atas membuat eBook menjadi
alternatif baru dalam mendistribusikan tulisan.

\subsection{Kesempatan usaha eBook}
Pada jaman dahulu, seorang pengarang mengalami kendala dalam
menjual tulisannya.
Dia harus menghubungi sebuah penerbit yang mau menerbitkan bukunya.
Banyak sudah cerita tentang pengarang yang tulisannya ditolak oleh
penerbit dengan berbagai alasan.
eBook membuka peluang bagi semua pengarang untuk menerbitkan karyanya.
Tidak ada lagi hambatan dari penerbit. Dia dapat menjadi penerbit sendiri.

Bagai sebuah penerbit, eBook ini membuka peluang usaha untuk
memperluas jangkauan pasarnya.
Jika dahulu penerbit terbelenggu dengan batasan fisik geografis,
maka adanya Internet memungkinkan dia untuk memasarkan produknya
ke seluruh penjuru dunia.

Seorang penerbit dahulu harus mengambil resiko dengan membuat ratusan
buku yang siap dipasarkan. Masalahnya, mencetak sebuah buku lebih
murah jika dilakukan dalam jumlah yang besar (ribuan).
Untuk itu dia harus mengambil resiko dengan mencetak ribuan buku
dan menyimpannya dalam gudang.
Jika buku menjadi laris, maka dia beruntung.
Akan tetapi jika buku tidak laku, maka dia akan menanggung rugi
yang sangat besar.
Jadi, penerbit harus memiliki kemampuan finasial yang cukup besar.
Adanya eBook memungkinkan seorang penerbit eBook untuk memulai usaha
dengan resiko yang kecil.
Memproduksi eBook cukup dengan membuat copy dari eBook tersebut
tanpa harus membuat ribuan buku dan menyimpannya di gudang.

Masalah {\em inventory} juga bukan masalah lagi.
Jika dahulu sebuah penerbit harus memiliki gudang untuk mencetak bukunya,
maka eBook tidak memerlukan gudang fisik.
Gudang dari penerbit cukup sebatas pada hardisk, CD-ROM, DVD
yang dimilikinya.

Toko buku yang tidak cepat tanggap terhadap eBook ini akan
menghadapi masalah dengan hilangnya sebagian pasarnya yang
diambil oleh toko buku maya (virtual bookstore) atau malah
oleh penerbit yang langsung menerbitkan bukunya.
Model bisnis baru harus dicari sesegera mungkin.

\subsection{Kendala eBook}
Implementasi dari eBook harus memenuhi beberapa kaidah yang seringkali
menjadi kendala, antara lain:
\begin{itemize}
\item {\bf Mudah digunakan.} 
   eBook digunakan oleh orang dari berbagai latar belakang pendidikan
   dan kultur. Oleh sebab itu sistemnya harus mudah digunakan.
   Kata lain yang cocok dengan ini adalah ``intuitif''.
   Hal ini semestinya tidak menjadi masalah dengan adanya software.
   Namun masih banyak orang yang takut untuk menggunakan perangkat
   elektronik.
\item {\bf Portable.}
   Sistem eBook sebaiknya portable dan dapat digunakan oleh beberapa
   alat pembaca, seperti komputer, 
   {\em Personal Digital Assistant} (PDA, seperti Palm),
   dan lain-lain.
   Pada kenyataannya ada beberapa implementasi yang portable dan
   ada juga yang tidak (proprietary).
\item {\bf Standar.}
   Saat ini ada beberapa standar dari eBook.
   Hal ini menyulitkan bagi pembaca yang harus menggunakan standar
   yang berbeda-beda, dan juga dapat berarti harus membeli eBook
   {\em reader} yang berbeda.
   Salah satu pendekatan yang sedang dikembangkan adalah membuat
   sebuah open standar. Hal ini dilakukan oleh Open eBook Forum\footnote{
   Situs Open eBook Forum adalah http://www.openbook.org}
\item {\bf Harga yang terjangkau.}
   Meskipun harga perangkat keras makin murah, harga dari perangkat
   pembaca eBook masih relatif mahal. Apalagi untuk ukuran orang Indonesia.
   Harganya yang mahal ini menyebabkan orang masih belum mau membawa-bawa
   perangkat ini kemana-mana karena takut hilang atau rusak. 
   Suatu saat akan ada perangkat yang murah sehingga dapat dibiarkan
   tergeletak tanpa ada yang mencuri.
\item {\bf Baterai yang tahan lama.}
   Peralatan pembaca eBook harus menggunakan baterai agar dapat
   dibawa-bawa. Namun lamanya masa operasi perangkat dengan baterai ini
   masih cukup singkat. Notebook saat ini rata-rata memiliki waktu 
   operasi 2 sampai dengan 3 jam tanpa listrik.
   PDA memiliki waktu yang lebih lama lagi.
   Namun kesemuanya masih memiliki batas yang cukup signifikan,
   tidak seperti buku cetak yang tidak bergantung kepada baterai.
\item {\bf Tahan bantingan.}
   Buku konvensional dapat dimasukkan ke dalam tas atau ransel dan
   dibawa kemana-mana tanpa ketakutan akan rusak yang berlebihan.
   Perangkat pembaca eBook masih sensitif.
   Dia tidak dapat ditinggalkan di dalam mobil yang diparkir di bawah
   terik matahari, misalnya.
   Belum lagi kalau dibawa di dalam ransel, nanti dia mudah rusak.
   Notebook memang sudah mulai tahan bantingan (ada yang permukaannya
   dilapisi oleh titanium untuk menahan tekanan),
   namun masih membutuhkan waktu agar dia ekonomis.
\item {\bf Ramah terhadap mata pembaca.}
   Saat ini teknologi layar komputer masih membuat mata orang lelah
   jika membaca untuk jangka waktu yang lama.
   Diharapkan di masa yang akan datang akan ada teknologi yang
   lebih ramah terhadap mata.
\end{itemize}

%%% BAB %%%
\section{Membuat eBooks}
Pada bagian ini kita akan mempelajari hal yang lebih teknis dalam
pembuatan eBook.

\subsection{Format eBook}
Seperti telah diungkapkan sebelumnya, saat ini ada beberapa format dari
eBook. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
Adanya banyak format ini sering membingungkan bagi pembaca dan juga
calon penulis eBook.
Beberapa format eBook akan diuraikan secara lebih mendalam
pada bagian berikut.

\subsubsection{Plain Text (ASCII)}
Format yang paling sederhana dalam format teks biasa, atau lebih
sering disebut {\em plain text} atau ASCII.
Format ini digunakan jika tulisan tidak memiliki gambar atau ilustrasi lain.
Banyak karya (misalnya cerita) yang memang hanya membutuhkan teks saja.
Format ASCII ini digunakan pada Project Gutenberg\footnote{Project
Gutenberg dimulai oleh Michael Hart pada tahun 1971 ketika dia
diberi computing time gratis sebesar \$100.000.000.
Michael kemudian menggunakannya untuk mengumpulan dan
mendistribusikan tulisan-tulisan atau etext yang bersifat
public domain dan bermanfaat bagi orang banyak.
Informasi lengkapnya dapat dilihat di http://promo.net/pg}, yang bertujuan
untuk mendistribusikan buku gratis.

Keuntungan format ini adalah {\em portability}. 
Dia dapat dibaca oleh siapa saja dengan perangkat apa saja.

Kerugian dari format ini adalah tidak bisa menampilkan layout yang
interaktif, gambar-gambar, atau ilustrasi lainnya.


\subsubsection{Microsoft Word dan RTF}
Suka atau tidak suka, Microsoft (MS) Word merupakan standar {\em word processor}
yang digunakan di seluruh dunia. Format MS Word ini dapat digunakan
untuk menyampaikan tulisan yang memiliki layout sederhana.
(Berhubungan dengan format MS Word adalah format {\em Rich Text Format} / RTF.
Meskipun tidak sama dengan format MS Word, RTF memiliki keuntungan dan
kekurangan yang kurang lebih sama. 
Oleh sebab itu pembahasan saya jadikan satu di dalam bagian ini saja.)

Keuntungan format MS Word, tidak perlu menambah software khusus
untuk sebagian besar orang yang telah memiliki software
Microsoft Word. Beberapa word processor lain juga memiliki mekanisme
untuk membaca format MS Word ini.

Kerugiannya adalah adanya orang yang tidak memiliki akses untuk
pembaca (reader) yang dapat membaca format MS Word.
Hal ini sebetulnya diminimisasi dengan adanya software lain
seperti {\em Star Office} dan {\em Open Office}\footnote{http://www.openoffice.org}
yang dapat membaca format MS Word.
Ada juga kendala lain dari format MS Word adalah pengarang tidak 
dapat memproteksi karyanya karena tidak ada fasilitas proteksi. 
Pembaca dapat mengedit tulisan tersebut.

\subsubsection{Adobe PDF}
Perusahaan Adobe merupakan perusahaan yang paling unggul dalam hal
desktop publishing. Pada mulanya dia adalah pelopor dalam bahasa
PostScript, yaitu bahasa yang digunakan untuk mencetak pada printer laser.
Format PostScript kemudian menjadi terkenal, khususnya di kalangan
perguruan tinggi untuk tukar-menukar tulisan (paper, report, thesis).
Format PostScript ini kemudian disempurnakan lagi menjadi format PDF.
Pada saat ini format PDF menjadi salah satu format yang paling populer
dalam distribusi tulisan.

Keuntungan format PDF adalah sudah banyak digunakan oleh orang.
Mekanisme pembuatan PDF ini pun sangat mudah, tinggal melakukan "Print"
pada word processor.
Pembaca PDF, seperti software Adobe Acrobat Reader, tersedia secara
gratis untuk berbagai platform (operating system) komputer.
Format PDF ini juga dapat dibaca oleh software Adobe eBook reader.

Kerugian format PDF adalah ukurannya yang kadang-kadang besar,
font yang kadang-kadang tidak tersedia di mesin pembaca sehingga
tulisan tampak jelek.

Informasi lebih lengkap mengenai format PDF, reader, dapat diperoleh dari web
perusahaan Adobe: http://www.adobe.com


\subsubsection{HTML dan XML}
Hypertext Markup Languange (HTML) muncul di dunia Internet sebagai
standar untuk menampilkan tulisan.
HTML merupakan sebuah subset dari SGML (Standard Generalized Markup Language)
yang dipopulerkan oleh Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web (WWW).
HTML memiliki beberapa batasan sehingga mulailah muncul XML (eXtended
Markup Language) dan bahasa lain yang berbasis XML.

Keuntungan format HTML atau yang berbasis XML (XML-based) adalah
portability dan open standar.
Standar lain biasanya ``dikuasai'' oleh sebuah perusahaan sehingga
dia menjadi monopoli bagi perusahaan tersebut.
Arah perkembangan dan {\em future direction} dari standar tersebut
bergantung kepada perusahaan yang bersangkutan.
Tidak demikian dengan format HTML atau XML-based lainnya.

Kerugian format HTML adalah adanya kesulitan dari segi layout,
karena memang dia tidak didesain untuk keperluan tersebut.
Format XML-based lainnya masih dalam tahap awal.
Jadi format ini masih belum banyak pendukungnya dan masih terlalu
awal untuk meramalkan kesuksesannya.

\subsubsection{DVI}
Format DVI digunakan sebagai keluaran dari \TeX\ dan \LaTeX\ document
processor\footnote{Tulisan ini juga ditulis dengan menggunakan \LaTeX.\footnote{Tulisan ini juga ditulis dengan menggunakan \LaTeX.}}.
Format ini dikembangkan oleh Donald Knuth (seorang profesor
dari Stanford University) dan cukup populer di kalangan perguruan
tinggi dan lembaga penelitian di luar negeri.
Format ini umum digunakan untuk mendistribusikan paper, thesis,
dan technical report.

Sayangnya format DVI ini hanya memiliki fasilitas grafik yang terbatas.
Akibatnya untuk menambahkan grafik, biasanya orang menyertakan file
ilustrasi dalam format PostScript.
Kemudian pada akhirnya file DVI ini diproses sehingga menjadi
format PostScript.


\subsubsection{Format lain}
Selain format-format yang telah dibahas di atas, masih ada beberapa
format lain yang juga populer pada kumpulan tertentu.
Format lain yang kadang-kadang muncul antara lain:
REB 1100/1200, Instant eBook, format Mentoract reader,
format untuk eMonocle reader.
Informasi mengenai format lain dapat dilihat di situs berikut

http://www.ebookmall.com/choose-format/


\subsection{Software Pembaca eBook}
Pembaca eBook dapat diimplementasikan dengan menggunakan software
pada komputer atau perangkat handheld (seperti PDA).
Beberapa software pembaca eBook antara lain:
\begin{itemize}
\item Adobe eBook Reader. Dapat diambil secara gratis untuk OS
   Microsoft, Apple Macintosh.
\item Microsoft Reader. Dapat diambil secara gratis untuk OS Microsoft.
\item PalmDoc dan Mobipocket (untuk Palm)
\end{itemize}

Software eBook umumnya tidak sekedar menampilkan tulisan,
akan tetapi dia juga dilengkapi dengan fasilitas lain seperti:
\begin{itemize}
\item penandaan halaman (bookmark),
\item pencarian (search),
\item penulisan komentar (annotate),
\item pengorganisasian buku (library),
\item peminjaman buku (misalnya Adobe eBook reader dapat meminjam
   buku dari Adobe eBook Library),
\item transaksi pembelian buku.
\end{itemize}


\subsection{Perangkat Pembaca eBook}
Perangkat pembaca eBook (eBook reader) biasanya berupa komputer pribadi
atau PDA yang dilengkapi dengan software.
Akan tetapi ada beberapa perangkat pembaca eBook yang memang sengaja
dibuat khusus ({\em dedicated}) untuk pembaca eBook.
Perangkat khusus ini diharapkan tidak seberat PC ataupun notebook,
akan tetapi memiliki permukaan yang luas seperti buku (tidak seperti
PDA yang ukurannya kecil). Jadi dia diharapkan mirip buku atau
surat kabar.

Teknologi pembaca eBook  ini masih baru.
Masih perlu dilihat apakah investasi dalam membeli perangkat ini
memang menguntungkan.
Untuk saat ini, saya menyarankan untuk menggunakan PC, notebook,
atau PDA saja.


\subsection{Membuat berkas PDF}
Format PDF merupakan salah satu format yang paling populer saat ini.
Untuk itu pada bagian ini akan dijelaskan secara sepintas cara membuat
berkas PDF ini.

Berkas PDF dapat dibuat dari tulisan yang diketik dengan menggunakan
{\em word processor}. Software Adobe Acrobat (bukan Reader) dapat
digunakan sebagai ``printer driver'' pada komputer anda sehingga
anda dapat melakukan ``Print'' ke file dalam format PDF.
Sayangnya software Adobe Acrobat ini tidak gratis.

Selain melakukan print langsung ke file, ada juga software yang dapat
digunakan untuk melakukan konversi dari format lain ke format PDF.
Software Adobe Acrobat Distiller dapat digunakan untuk mengkonversikan
berkas dalam format PostScript ke format PDF.
Software Distiller ini juga tidak gratis.
Software lain yang dapat melakukan fungsi ini, konversi PS ke PDF,
adalah software ``GhostScript'' yang dapat didownload secara 
gratis\footnote{GhostScript dan Ghostview dapat diperoleh dari
http://www.cs.wisc.edu/~ghost/}.

Selain software di atas, ada juga software PDF995 yang dapat
membuatkan berkas PDF secara gratis, akan tetapi dia akan menampilkan
iklan sebagai penggantinya. Software ini dapat diperoleh di

http://www.pdf995.com



%%% BAB %%%
\section{Mempromosikan eBooks}
Setelah membuat eBook, lantas apa yang harus kita lakukan?
Salah satu kegiatan yang dapat kita lakukan adalah mempromosikan
atau mendistribusikan eBook kita tersebut.
Kita dapat melakukan promosi atau distribusi eBook sendiri atau
menggunakan jasa orang lain, seperti misalnya jasa ``penerbit''
atau ``eBook mall''.

Salah satu cara untuk mendistribusikan eBook adalah dengan
melalui web site (situs web).

\subsection{Membuat web site}

Membuat web site tadinya merupakan pekerjaan yang sulit.
Anda harus mengerti HTML untuk menuliskan isi dari web site anda.
Namun sekarang sudah banyak software dan {\em tools} yang mempermudah
pembuatan web site.
Ada tools yang membantu dalam melakukan layout, seperti
Microsoft FrontPage, Dreamweaver, dan seterusnya.
Ada juga web hosting yang menyediakan {\em web creation wizzard}
dimana dia akan menanyakan beberapa hal (misalnya nama web site)
atau memberikan pilihan (misalnya warna background, atau theme
dari web anda) dan membuat web secara otomatis sesuai dengan jawaban anda.

Setelah web site dibuat, anda dapat menambahkan link yang menuju
kepada eBook anda. Tentunya anda juga harus mengirimkan (upload)
eBook anda ke web site anda.
Maka orang-orang akan dengan mudah mengambil (download) eBook anda.

Pemilihan penempatan web site ditentukan oleh beberapa faktor;
biaya, besarnya tempat yang dibutuhkan, dan cepatnya akses.
Akan tetapi, berdasarkan pengalaman saya, yang paling penting dari
semua ini adalah kedekatan anda dengan pemilik atau pengelola web site.
Hal ini terkait dengan orang yang menjawab pertanyaan anda jika
anda memiliki masalah. Cari yang mudah mendapat pertolongan.
Banyak web hosting yang tersedia di Indonesia maupun di luar negeri.
Bahkan ada banyak yang menyediakan tempat secara gratis asal anda
mau memajang iklannya sebagai bagian dari web site anda.


Jika anda menginginkan agar orang membayar eBook anda,
maka pengorganisasian web site menjadi lebih kompleks.
Pada prinsipnya anda harus menyediakan fasilitas {\em transaction}.
Beberapa penyedia jasa web hosting menyediakan fasilitas ini.
Cek dengan web hosting anda.


\subsection{Mempromosikan web site}
Setelah anda memiliki web site, anda dapat mempromosikan web site
anda agar dikenal oleh orang lain.
Ada beberapa cara mempromosikan web site.

Anda dapat mengirimkan informasi mengenai alamat web site anda (URL)
ke beberapa {\em search engine} seperti Google.com atau Yahoo.com,
sehingga orang yang mencari
informasi mengenai eBook anda dapat langsung mencarinya via
search engine tersebut.
Sayangnya search engine yang
terkemuka meminta bayaran untuk menampilkan URL web site anda.
Jika memungkinkan, daftarkan informasi anda kepada web site
yang berhubungan dengan eBook.

Cara lain yang umum dilakukan adalah menambahkan URL web site
anda pada {\em signature} anda ketika anda mengirimkan email
seperti contoh signature saya.

\begin{verbatim}
-- budi
homepage http://budi.insan.co.id
articles, presentations, eBooks
\end{verbatim}

Jangan sekali-sekali mengirimkan email sampah ({\em spamming}
atau {\em junk mail}, yaitu email advertensi) kepada
orang-orang yang tidak anda kenal untuk memperkenalkan web site anda.
Efek dari spamming ini justru akan negatif dan membuat orang menjauhi
web site anda.

Semoga sukses!

%%% BAB %%%
\section{Penutup}
Tulisan ini memberikan sedikt pengantar seputar eBook.
Tentunya tulisan singkat ini belum dapat menjawab semua pertanyaan
yang muncul dan terkait dengan eBook.
eBook sendiri masih ``bayi'' dan membutuhkan waktu untuk menjadi
``dewasa''. 

eBook merupakan sebuah hal yang baru.
Untuk itu masih banyak persoalan yang membutuhkan penjelasan
dan penyelesaian. Sebagai contoh, banyak orang yang bertanya-tanya
tentang bagaimana model bisnis dari eBook? 
Bagaimana seorang pengarang mendapatkan honor dari tulisan eBook-nya? 
Bagaimana tentang perlindungan hak cipta?
Dan masih banyak sejuta pertanyaan lainnya.

Jika kita cepat tanggap terhadap perkembangan teknologi,
khususnya yang terkait dengan eBook, maka kita dapat mencari
kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup dan {\em quality of life}.
Saya merasa bahwa eBook dan teknologi yang terkait dapat membantu
kita dalam mencapai tujuan tersebut.

\subsection{Informasi lain seputar eBook}
\subsubsection{Hak Cipta}
Format digital membawa masalah pada hak cipta karena informasi
yang dikemas dalam format digital sangat mudah untuk diduplikasi (copy)
tanpa merusak sumbernya. Hasil duplikasi juga memiliki kualitas
yang sama dengan aslinya.
Hal ini memudahkan pembajakan eBook.
(Meskipun teknologi eBook yang baru memungkinkan adanya enkripsi,
digital watermarking, dan mekanisme lain untuk memproteksi,
namun masih ada potensi untuk dibajak.
Di masa yang akan datang, teknologi eBook akan lebih baik.)

{\em Digital Rights Management} merupakan sebuah topik diskusi tersendiri.
Atau lebih mendasar lagi, masalah {\em Intellectual Property} merupakan
sebuah topik diskusi yang hangat setelah munculnya aliran baru
seperti {\em Copy left}, {\em Open source}, dan
{\em Anti Intellectual Property}.
Tulisan ini tidak membahas topik tersebut.

\subsubsection{Web site terkait}
\begin{itemize}
\item Adobe memiliki banyak informasi mengenai eBook dan software untuk
   membacanya.
   http://www.adobe.com
\item Open an eBook week (5-11 Agustus): http://www.openanebook.org/
\item eBook Mall, banyak eBook yang dapat diambil atau dibeli di web
   http://www.ebookmall.com
\item Project Gutenberg http://promo.net/pg
\item Search engine google.com atau yahoo.com memiliki banyak link
   ke informasi yang terkait dengan eBook. Gunakan keyword ``ebook''
   untuk mencari informasi. Selain itu banyak tempat juga yang menyediakan
   eBook secara gratis. Gunakan keyword ``free ebook'' untuk mencari
   web site tersebut.
\item University of Virginia memiliki eBook Library yang cukup banyak
   koleksinya. eBook tersedia dalam format Microsoft Reader dan Palm
   dan tersedia secara gratis.
   http://etext.lib.virginia.edu/ebooks
\item http://www.ebooksnbytes.com/
\end{itemize}

\subsection{Saran-saran}
Beberapa saran yang dapat saya utarakan antara lain:
\begin{itemize}
\item Adanya usaha untuk membuat eBooks dengan isi dalam bahasa Indonesia
   untuk konsumsi orang Indonesia (atau orang yang mengerti bahasa Indonesia).
   Banyak karya sastra yang akan hilang jika tidak dilestarikan.
   eBook ini memberikan jalan keluar untuk mengatasi masalah ini.
\item
   Tidak sekedar karya sastra, dokumen-dokumen penting yang bersifat
   public domain (seperti Pancasila, Pembukaan UUD) sebaiknya disediakan
   dalam format eBook juga.
\item Adanya saran untuk membaca eBook di perguruan tinggi.
   Cara yang paling sederhana adalah menyediakan komputer yang terhubung
   dengan LAN yang dapat mengakses koleksi eBooks.
   (LAN tidak harus terhubung ke Internet.)
\end{itemize}

\end{document}

